jam 10.40 kini
debut horizontal membentang anomali siang
terang terpancar dari barat, diam memecah cahaya surya.
tak selalu berdiri dengan topangannya
tak selalu riuh dengan tawanya
tak selalu diam bersama kelam.
terperangankap jelas
berkutikpun tidak.
tatapnya menumpah darah
sembilu iris kisahnya.
ia terkikis. tak tau lagi.
menuntut sempurna setiap nafas di jiwa
wanita yang bersemayam dalam dirinya
jadikan dia tangguh dengan lakunya.
bila saja,
bila saja bisa, malam ku terangkan
bila saja bisa, kelam ku rengkuhkan
bila saja bisa, guruh ku redamkan
aku lakukan.
sayangnya,
dalam tenang pun detakku tak nampak.
tak ada,
tak ada sedikitpun.
gumpal keberanian tercerai, terderai,
terhela luruh sang nafas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar